Minggu, 07 Oktober 2012

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN


TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN - PT. ASTRA HONDA MOTOR

Pengertian Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan,pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.

Peran - peran Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

1.     Tanggung jawab terhadap Pelanggan
Tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan jauh lebih luas daripada hanya menyediakan barang atau jasa. Perusahaan mempunyai tanggung jawab ketika memproduksi dan menjual produknya, yang akan didiskusikan kemudian.
Cara Perusahaan Menjamin Tanggung Jawab Sosial kepada Pelanggan, perusahaan dapat menjamin tanggung jawab social kepada pelanggannya dengan beberapa tahap yaitu:
  • Ciptakan kode etik. Perusahaan dapat menciptakan kode etik bisnis yang memberikan serangkaian petunjuk untuk kualitas produk, sekaligus sebagai petujuk bagaimana karyawan, pelanggan, dan pemilik seharusnya dipelihara.
  • Pantaulah semua keluhan. Perusahaan harus yakin bahwa pelanggan mempunyai telephone yang dapat mereka hubungi apabila mereka mempunyai keluhan mengenai kualitas produk atau bagaimana mereka diperlakukan oleh para karyawan. Perusahaan dapat berusaha mencari sumber keluhan dan harus dapat menyakinkan bahwa problem tersebut tidak timbul lagi.
  • Umpan balik pelanggan. Perusahaan dapat meminta pelanggan untuk memberikan umpan balik atas barang atau jasa yang mereka beli akhir-akhir ini, walaupun pelanggan tidak menghubungi untuk memberikan keluhan. Proses ini dapat mendeteksi beberapa masalah lain dengan kualitas produk atau cara perlakuan terhadap pelanggan. beberapa masalah lain dengan kualitas produk atau cara perlakuan terhadap pelanggan.


2.    Tanggung Jawab terhadap Karyawan
Bisnis mempunyai sejumlah tanggung jawab terhadap karyawan. Pertama, mereka mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan lapangan pekerjaan jika mereka ingin tumbuh. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab terhadap karyawannya guna memastikan keselamatan mereka, perlakuan yang semestinya oleh karyawan lain, dan peluang yang setara.
  • Keselamatan Karyawan

Perusahaan memastikan bahwa tempat kerja aman bagi karyawan dengan memantau secara ketat proses produksi. Beberapa tindakan pencegahan adalah memeriksa mesin dan peralatan guna memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik, mengharuskan digunakannya kacamata keselamatan atau peralatan lainnya yang dapat mencegah terjadinya cedera, dan menekankan tindakan pencegahan khusus dalam seminar-seminar pelatihan.
  • Perlakuan yang semestinya oleh karyawan lain

Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa karyawan diperlakukan dengan semetinya oleh karyawan lain. Dua masalah utama berkaitan dengan perlakuan karyawan adalah keragaman dan pencegahan terjadinya pelecehan seksual.

3.    Tanggung Jawab kepada Pemagang Saham (Investor)
Perusahaan bertanggung jawab untuk memuaskan pemiliknya(para pemegang saham). Karyawan dapat tergoda untuk membuat keputusan yang memuaskan kepentingan mereka sendiri dan bukannay kepentingan pemilik saham. Misalnya saja, bebrapa karyawan megambil uang perusahaan untuk kepentingan pribadinya dan bukan kepentingan perusahaan. investor yang dikenal sebagai pedagang dalam telah memilihcara-cara tidak etis untuk meningkatkan kesehatan financial mereka sendiri. Perdagangan dalam (insider trading) melibatkan orang dalam yang menggunakan informasi rahasia perusahaan untuk memperkaya diri sendiri atau keluarga dan teman-teman mereka. Sebuah kasus yang terjadi pada Martha Steward, meskipun Steward tidak pernah dituntut dengan perdagangan dalam, ia diputuskan bersalah karena otoritas yang menyelediki kemungkinan adanya perdagangan sejenis.

4.    Tanggung Jawab terhadap Kreditor
Perusahaan bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban keuangannya kepada kreditor. Jika suatu perusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak mampu memenuhi kewajibannya, maka perusahaan tersebut harus menginformasikan hal ini kepada kreditornya. Suatu perusahaan memiliki insentif yang kuat untuk memenuhi tanggung jawabnya terhadap kreditor. Jika perusahaan tidak membayar utangnya kepada kreditor, perusahaan tesebut dapat dipaksa pailit.

5.    Tanggung Jawab terhadap lingkungan
Kualitas lingkungan adalah kebaikan public, dimana setiap orang menikmatinya tanpa peduli siapa yng membayar untuknya. Jika suatu produk yang dihasilkan suatu perusahaan tentunya membawa dampak negative tehadap lingkungan (pencemaran lingkungan) seperti, polusi udara, tanah dan air.

Bukti Tanggung Jawab Sosial PT. Astra Honda Motor

1.     Sebagai bentuk perhatian kepada para pengguna motor Honda, PT AHM menyiapkan pelayanan dan kemudahan berupa mudik lebaran bareng Honda.
3.    Disediakannya Customer Care Analyst.
4.    Gratis service sebanyak 4 kali setiap pembelian motor selama 4 bulan.


Minggu, 24 Juni 2012

Surat menyurat


Surat Menyurat
A.    Pengertian Surat Menyurat
Surat adalah salah satu saran atau media komunikasi tertulis antara seseorang atau lembaga dengan orang lain atau lembaga lainnya. Secara umum surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan informasi atau pernyataan secara tertulis kepada pihak lain baik atas nama pribadi (sendiri) ataupun karena kedinasan. Surat juga merupakan wakil resmi dari yang mengirim untuk membicarakan masalah yang dihadapi. Secara singkat dapat diketemukan bahwa surat adalah alat komunikasi penting dalam tata kerja tata usaha. Apabila terjadi hubungan surat menyurat secara terus menerus dan berkesinambungan, maka kegiatan ini disebut surat menyurat atau lazimnya korespondensi.
B.     Fungsi dan Penggolongan Surat
Surat yang berfungsi sebagai salah satu alat komunikasi dalam dunia usaha dan perkantoran, dapat juga berfungsi sebagai :
1.      Alat bukti tertulis : adanya hitam di atas putih berguna untuk dijadikan bukti apabila terjadi perselisihan atau salah penafsiran antar kantor atau pejabat yang mengadakan hubungan korespondensi.
2.      Alat pengingat : berguna untuk mengetahui hal-hal yang terlupa atau telah lama.
3.      Bukti historis : berguna sebagai bahan riset mengenai keadaan atau aktivitas suatu organisasi pada masa-masa lalu.
4.      Duta organisasi : surat dapat mencerminkan keadaan mentalitas, jiwa dan kondisi intern dari organisasi atau kantor yang bersangkutan.
5.      Pedoman : surat juga merupakan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan.

    C.   Jenis- jenis surat menurut sifat isi dan asal surat :
1.      Surat dinas
Surat dinas adalah surat resmi yang ditulis atau dikirim oleh sebuah instansi atau kantor untuk keperluan dinas. Surat dinas harus ditulis dengan bahasa baku serta memperhatikan kaidah kebahasaan yang benar. Ciri-ciri surat dinas :
a.       Menggunakan kop surat dan instansi atau lembaga yang bersangkutan
b.      Menggunakan nomor surat, lampiran, dan perihal
c.       Menggunakan salam pembuka dan penutup yang baku
d.      Menggunakan bahasa baku atau ragam resmi
e.       Menggunakan cap atau stempel instansi atau kantor pembuat surat
f.       Format surat tertentu

2.      Surat niaga
Surat niaga digunakan bagi badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha niaga seperti industri dan usaha jasa. Surat ini sangat berguna dalam membangun hubungan dengan pihak luar sehingga harus disusun dengan baik. Surat niaga terdiri atas surat jual beli, kwintansi, dan perdagangan; dan dapat dibagi atas surat niaga internal dan surat niaga eksternal. Salah satu contoh dari surat niaga adalah surat penawaran dan surat penagihan.
3.      Surat pribadi (bersifat kekeluargaan dan resmi)
Surat pribadi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Surat dapat berupa korespondensi antara sesama teman atau keluarga. Ciri-ciri surat pribadi yaitu :
1.      Tidak menggunakan kop surat
2.      Tidak ada nomor surat
3.      Salam pembuka dan penutup bervariasi
4.      Penggunaan bahasa bebas, sesuai keinginan penulis
5.      Format surat bebas

     D.    Contoh surat dinas :
SMK NEGERI TEPUS
Jl. Pule Gundes Tepus Gunungkidul
No. Telp. 021-780000000


Nomor : 013/SMK Plt.Jy/XII/2012 Jakarta, 22 April 2012
Lampiran : 1 Lembar
Perihal : Pemberitahuan

Kepada
Yth, Bapak/Ibu/Orang Tua/Wali Murid
Di Jakarta

Dengan Hormat,

Agar terwujudnya keinginan anak-anak kami semua yaitu lulus dengan nilai yang sempurna, kami telah membuat suatu langkah agar anak-anak Ibu dan Bapak semua dapat lulus dengan hasil yang maksimal.
Harapan kami Bapak dan Ibu berkenan memberikan motivasi demi kesuksesan program belajar kami yaitu sukses mencapai UN. Acara ini akan kami selenggarakan pada:

Hari, tanggal : Senin, 23 April 2012
Waktu : 08.00-12.00 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan Lt. 2
Motivator : Bpk. Karyo Sentono

Tujuan dari acara ini adalah agar Bapak dan Ibu dapat memberikan motivasi dan dukungan semangatbelajar kepada siswa. Dengan dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian, kami berharap anak murid dapat lebih efisien mempergunakan waktu yang singkat ini untuk rajin belajar.
Sekian pemberitahuan dari kami. Atas perhatianyya kami ucapkan terima kasih.


Kepala Sekolah SMK N Tepus


Bpk. Sudiyono

Tembusan :
Ketua Yayasan SMK N Tepus

    Contoh surat niaga :
PT. SALVAGIA
JL.Goalpara No.9 Sukabumi, Jawa Barat 43192. Tlp. (0266)235089

Nomor surat    : 085/IX/09                                             Sukabumi, 05 September 2009 
Lampiran         : 1 (satu berkas)                                                                        
Perihal             : Penawaran

           Yth. Pimpinan CV.Kurnia Alam
           Jalan Gampang Ingat No.29
           Bandung, Jawa Barat

            Dengan Hormat,

          Kami PT.Salvagia merupakan perusahaan penghasil produk daur ulang cukup ternama. Kepuasan konsumen dan kesuksesan kerjasama selalu menjadi prioritas utama kami. Karena itulah kami hanya menjual produk – produk berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Melalui surat ini, kami menawarkan produk daur ulang berupa alat industri ramah lingkungan dan berkualitas internasional (spesifikasi beberapa produk terlampir).
Selama 16 tahun Perusahaan berdiri, kami telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak diberbagai bidang.Kerjasama yang terjalin selalu menguntungkan keduabelah pihak. Demikian penawaran ini, semoga kerjasama yang baik dapat terjalin. Atas perhatian,kami ucapkan terimakasih.
Hormat kami,
Dirut PT. Salvagia


Mohamad Teguh Gumelar


            Contoh surat pribadi :
Jakarta,4 Agustus 2008
Sahabatku Dina
Jalan Merpati 3
Bandung
Assalamualaikum Wr.Wb.
Hai din,apa kabar ? baik baik saja kan? Aku dan keluargaku dalam keadaan sehat walafiat.
Mudah mudahan kabarmu juga seperti itu.Apa di Bandung hujan terus sepanjang hari? Di Jakarta hampir setiap hari hujan loh.

Din, bulan depan kan udah mulai libur sekolah, apa kamu punya rencana liburan ke luar kota? Kalau tidak aku ingin berkunjung ke rumahmu. Aku ingin melihat indahnya keindahan kota Bandung dan berlibur bersamamu

Sekian dulu surat dariku kapan kapan kita sambung lagi.Kutunggu balasan suratmu.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Sahabatmu,


Melati Wijayanti

     Sumber :

Senin, 14 Mei 2012

Laporan Resmi


Pengertian Laporan 

Laporan mempunyai peranan yang penting pada suatu organisasi karena dalam suatu organisasi dimana hubungan antara atasan dan bawahan merupakan bagian dari keberhasilan organisasi tersebut. Dengan adanya hubungan antara perseorangan dalam suatu organisasi baik yang berupa hubungan antara atasan dan bawahan, ataupun antara sesama karyawan yang terjalin baik maka akan bisa mewujudkan suatu sistem delegation of authority dan pertanggungjawaban akan terlaksana secara effektif dan efisien dalam organisasi.
   
Pengertian laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat, didengar, atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan. 

Dasar-dasar laporan

Dasar – dasar membuat Laporan
a.      Clear
Kejelasan suatu laporan diperlukan baik kejelasan dalam pemakaian bahasa, istilah, maupun kata-kata harus yang mudah dicerna, dipahami dan dimengerti bagi si pembaca.
b.      Mengenai sasaran permasalahannya
Caranya dengan jalan menghindarkan pemakaian kata-kata yang membingungkan atau tidak muluk-muluk, demikian juga hal dalam penyusunan kata-kata maupun kalimat harus jelasm singkat jangan sampai melantur kemana-mana dan bertele-tele yang membuat si pembaca laporan semakin bingung dan tidak mengerti.
c.       Lengkap (complete)
Kelengkapan tersebut menyangkut :
  1. Permasalahan yang dibahas harus sudah terselesaikan semua sehingga tidak menimbulkan tanda tanya
  2. Pembahasan urutan permasalahan harus sesuai dengan prioritas penting tidaknya permasalahan diselesaikan
d.      Tepat waktu dan cermat
Tepat waktu sangat diperlukan dalam penyampaian laporan kepada pihak-pihak yang membutuhkan karena pihak yang membutuhkan laporan untuk menghadapi masalah-masalah yang bersifat mendadak membutuhkan pembuatan laporan yang bisa diusahakan secepat-cepatnya dibuat dan disampaikan.
e.       Tetap (consistent)
Laporan yang didukung data-data yang bersifat tetap dalam arti selalu akurat dan tidak berubah-ubah sesuai dengan perubahan waktu dan keadaan akan membuat suatu laporan lebih dapat dipercaya dan diterima.
f.       Objective dan Factual
Pembuatan laporan harus berdasarkan fakta-fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya maupun dibuat secara obyektif.
g.      Harus ada proses timbal balik
1.      Laporan yang baik harus bisa dipahami dan dimengerti sehingga menimbulkan gairah dan minat si pembaca
2.      jika si pembaca memberikan respon berarti menunjukkan adanya proses timbal balik yang bisa memanfaatkan secara pemberi laporan maupun si pembaca laporan

Sistematika laporan
Laporan lengkap yang lengkap, harus dapat menjawab semua pertanyaan mengenai : apa ( what ), mengapa ( why ), siapa ( Who ), dimana ( where ), kapan ( when ), bagaimana ( how ).
Urutan isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami. Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut :
1.      Pendahuluan
Pada pendahuluan disebutkan tentang :
1) Latar belakang kegiatan.
2) Dasar hukum kegiatan.
3) Apa maksud dan tujuan kegiatan.
4) Ruang lingkup isi laporan.
2.      Isi Laporan
Pada bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain :
1) Jenis kegiatan.
2) Tempat dan waktu kegiatan.
3) Petugas kegiatan.
4) Persiapan dan rencana kegiatan.
5) Peserta kegiatan.
6) Pelaksanaan kegiatan (menurut bidangnya, urutan waktu pelaksanaan, urutan fakta / datanya).
7) Kesulitan dan hambatan, hasil kegiatan.
9) Kesimpulan dan saran penyempurnaan kegiatan yang akan datang.


Contoh Laporan resmi
Contoh laporan resmi
SURAT KUASA PELAPORAN & PENGADUAN PENIPUAN ke KEPOLISIAN
Yang bertanda tangan dibawah ini, kami :
Tn. PRASASTI DIWANTORO, ST.
Wiraswasta, Kristen, 59 Tahun, beralamat di Desa Gantung Redjo 781 Rt 022 Rw 35 Kuningan.
dengan ini mengaku dan menyatakan memberi kuasa kepada :
1.    VIRGO RIMALA DWITAMA, SH.
2.    DIRGANTARA ADI BAYU, SH.
============================
ADVOKAT/PENGACARA – KONSULTAN HUKUM
di Kantor Advokat VIRGO RIMALA DWITAMA, SH & PARTNERS
Jl. Dr. Soeharto 14 Surabaya
Telp & Fax (022) 5211551
===== K H U S U S =====
Baik sendiri maupun bersama-sama

Untuk menjadi Penasehat Hukum bagi diri kami dalam Perkara: PIDANA

Sebagai    : Penasehat Hukum Pelapor

Untuk    :    Mendampingi Pemberi Kuasa, Melaporkan seseorang yang bernama Ny. DINASA SAVIRA, SPd. Pensiunan, 59 tahun Dan Suaminya Tn.Victor Hutahuta, PNS, 60 tahun yang bertempat tinggal sama dengan isterinya di Gg. Garputala UH 6 No. 917 Rt 0213 Rw 017, Legonalan, Tegal Maju,
Surabaya. Dugaan telah melakukan Tindak Pidana Penipuan
dalam jual – beli sebidang tanah Vervoding 633 Psl
633/Tegal Parang Lt: 20.989 m2a.n; DINASA SAVIRA yang di Konversi SHM
3151/Tegal Parang a.n: DINASA SAVIRA, SPd. Lt: 20.989 m.2 Dalam Perikatan Jual – Beli No. 08 tertanggal 19 Januari 1998 di Notaris & PPAT Surabaya Rr. Riana Sima Diana, SH. Sebagaimana dimaksud dan diatur dalam pasal 385 KUHPidana di Poltabes Surabaya.

Pada    : Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Surabaya

Untuk itu kepada pemegang kuasa tersebut diatas,  kami beri hak dan wewenang :
a.    Mewakili, menghadap dan berbicara dimuka Persidangan Pengadilan Negeri dimana perkara ini diperiksa, dan atau berbicara di hadapan Pejabat Instansi Pemerintah/Swasta lainnya, ataupun perorangan yang ada hubungannya dengan perkara ini, membuat dan mengajukan Eksepsi, menjawab, membantah hal-hal yang tidak benar mengajukan bukti-bukti dan saksi-saksi, menolak bukti-bukti dan saksi dalam keterangannya yang tidak benar, mengajukan permohonan, menerima putusan dan lain-lain upaya hukum yang baik dan berguna bagi pemberi kuasa, serta diperbolehkan menurut Hukum Acara

Pada pokoknya mengerjakan segala sesuatu yang dipandang baik dan perlu dalam urusan tersebut, guna kepentingan pemberi kuasa dan tidak bertentangan dengan hukum ;

a.  Kuasa ini diberikan Hak “ Substitusi “ kepada orang lain apabila berhalangan.

Surabaya, 13 Juni 2001
Penerima Kuasa :                                                         Pemberi Kuasa :

VIRGO RIMALA DWITAMA, SH.                            Tn. PRASASTI DIWANTORO, ST.
DIRGANTARA ADI BAYU, SH







Sumber :

Selasa, 03 April 2012

CV ( Curiculum Vitae )


Kepada Yth,
Bapak /Ibu Kepala HRD
Di Tempat


Perihal : Lamaran Pekerjaan.


Dengan Hormat,

Sehubungan dengan informasi yang saya terima mengenai kebutuhan tenaga kerja yang ada di perusahaan bapak/Ibu, Saya tertarik untuk menempati posisi yang sesuai dengan kemampuan saya di perusahaan Bapak/Ibu.

Dengan ini saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama             : Yerine Emanda
Alamat           : Komp. TVRI blok E2 no.12 Jatirahayu, Pondok Melati 17414
Telepon          : 085693205570

Hendak Berpartisipasi dan bergabung di Perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin, Sebagai bahan pertimbangan yang saya cantumkan :

~ Pas foto close up
~ Surat Lamaran
~ Daftar Riwayat Hidup

Dengan latar belakang pendidikan ,saya bersedia ditempatkan di posisi yang dibutuhkan sesuai dengan latar belakang saya tersebut. Besar harapan saya agar Bapak/ Ibu berkenan menerima surat lamaran ini, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.


Hormat Saya,




Yerine Emanda



DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                                     : Yerine Emanda
Tempat & tanggal lahir       : 15 Januari 1992
Kewarganegaraan               : Indonesia
Agama                                   : Islam
Tinggi / Berat Badan           : 155 / 50
Alamat                                   : Komp. TVRI blok E2 no.12 Jatirahayu, Pondok Melati 17414
No.Telepon                           : 085693205570



RIWAYAT PENDIDIKAN

A. Sekolah formal Tempat & Tahun

1. SD Angkasa 4 Halim PerdanaKusuma 2003

2. SMP negeri 128 Halim PerdanaKusuma 2006

3. SMA negeri 51 Condet 2009

4. Perguruan tinggi : Univ. Gunadarma Depok 2009

Senin, 02 April 2012

hal-hal yang berhubungan dengan makalah

Pengertian Makalah

Makalah adalah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup pengetahuan (Ismail Kusmayadi, 2006:32). Pendapat lain mengemukakan pengertian makalah adalah karya tulis ilmiah yang membahas pokok masalah tertentu dan makalah disusun untuk disajikan dalam pertemuan formal tertentu, seperti seminar atau diterbitkan dalam majalah ilmiah.  

Ciri-ciri makalah
       Makalah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Merupakan hasil kajian literatur atau hasil laporan pelaksanaan kegiatan lapangan mengenai suatu permasalahan.
2. Mendemonstrasikan pemahaman teoritik dan kemampuan menerapkan prosedur, prinsip dan teori yang berhubungan dengan permasalahan
3. Menunjukkan kemampuan pemahaman isi dan berbagai sumber yang digunakan.
4. Mendemonstrasikan kemampuan menyusun berbagai sumber informasi dalam satu kesatuan sintesis yang utuh.

Macam-macam makalah

    Makalah dibagi menjadi 3 macam yaitu :
a. Makalah Ilmiah Makalah Ilmiah pada umumnya dipakai bagi karya tulis hasil studi ilmiah yang berisi masalah dan pembahasan. Perlu diperhatikan bahwadilihat daris segi prinsip dan prosedur ilmiahnya, makalah ilmiahnya menyerupai laporan penelitian sederhana. Makalah ilmiah biasanya ditulis sebagai suatu saran pemecahan masalah secara ilmiah. Sudah barang tentu, penulis makalah ilmiah memerlukan studi keperpustakaan dan ini terlihat pada revenisi yang dicantumkan.
b. Makalah Kerja Makalah Kerja pada umumnya dibaca pada seminar makalah kerjadisampaikan dalam bentuk argumentasi dalam suatu hasil penelitian. Dalam makalah kerja yang dibacakan itu harus ada masalah.Penyampai makalah kerja sudah memasukkan asumsi dan hipotesis untuk menjawab masalah. Berdasarkan isi makalah demikian, timbul lah diskusi.
c. Makalah Kajian Istilah ini dipakai untuk karya tulis ilmiah yang merupakan saran pemecahan suatu masalah yang kontroversial tanpa maksud untuk dibaca dalam suatu seminar.  
Langkah-langkah Penulisan Makalah
Dalam pembuatan/ menyusun makalah, perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :
• Mempelajari/ menganalisa topik yang akan ditulis
• Menyusun pola pikir, meliputi :
         a. Pokok masalah dalam topik.
         b. Menentukan tujuan dan ruang lingkup
• Pengumpulan bahan-bahan materi (referensi)
• Menulis atau menyusun makalah dituntut :
        a. Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
        b. Susunan kalimat yang mudah dipahami.
        c. Rangkaian uraian yang berkaitan
        d. Singkat, padat, tegas, dan jelas dalam uraian.
        e. Menulis/ menyusun makalah secara “tidak bombastis”, banyak atau panjangkalimatnya tanpa isi yang jelas  

Sistematika Makalah
       Secara garis besar makalah yang ditulis mahasiswa terdiri dari tiga bagianpokok sebagai berikut :
a. Pendahuluan Memuat tentang persoalan yang akan dibahas antara lain meliputi latar belakang masalah, fokus dan rumusan masalah, prosedur pemecahan masalah dan sistematika uraiannya
b. Isi yakni bagian yang memuat tentang kemampuan penulis dalammendemonstrasikan kemampuannya untuk menjawab persoalan ataumasalah yang dibahasnya. Pada bagian isi boleh terdiri dari lebih satubagian sesuai dengan permasalahan yang dikaji
c. Kesimpulan yakni bagian yang memuat pemaknaan dari penulisterhadap diskusi atau pembahasan masalah berdasarkan kriteria dan sumber-sumber literatur atau data lapangan.
Kesimpulan ini mengacu kepada hasil pembahasan permasalahan dan bukan merupakan ringkasandari isi makalah.  

Sumber :
http://ridwanaz.com/umum/akademik/pengertian-dan-panduan-atau-petunjuk-teknik-menulis-makalah/ MAKALAH PENDIDIKAN >> Cara Membuat Makalah Pendidikan | belajarpsikologi.com http://www.scribd.com/doc/21749653/pengertian-dari-MAKALAH
http://ilvandri.wordpress.com/tag/pengertian-makalah/

contoh makalah

Bab 1 
Pendahuluan 

A. Latar Belakang Masalah Ujian Akhir Nasional
       Dalam beberapa tahun terakhir selalu menjadi topik menarik menjelang pertengahan tahun atau pergantian tahun ajaran. Setiap tahun selalu terjadi perubahan kebijakan dan standar nilai yang menjadi patokan akan lulus atau tidaknya seorang pelajar. Dan di setiap tahun pula peraturan-peraturan ini selalu menjadi pertentangan yang tergolong kontradiktif. Why? Yuk, kita liat pandangan fie tentang UAN dan kenapa banyak sekali kasus dimana para kalangan remaja melakukan contek-mencotek. Seringkali kita mendengar tentang solidaritas remaja yang kadang kala disalahartikan atau mungkin juga ini adalah dampak dari pergeseran nilai sosial sehingga para remaja sekarang mengartikan bahwa sikap solider itu adalah bagaimana kita membantu teman, baik itu dalam hal positif maupun negatif. Sikap solidaritas remaja dibagi menjadi dua hal, yaitu solidaritas yang positif dan solidaritas negatif, jika solidaritas ditanggapi secara positif oleh remaja sekarang maka dampaknya akan baik sekali untuk perkembangan kehidupan sosial mereka di masa yang akan datang. Tetapi jika sikap solidaritas ini sudah menyimpang dari arti yang sebenarnya inilah yang membuat sikap solidaritas itu sendiri menjadi negatif. Melihat fenomena ini kita juga sering melihat para siswa di sekolah misalnya pada saat ujian berlangsung mereka membantu temannya dengan cara memberikan jawaban dengan alasan bahwa itu merupakan sikap solider. Biasanya kalau kita tidak kasih jawaban sama temen yang Tanya kita dibilang pelit, tidak solider, padahal kita juga serba salah, gimana ya kalau gini kan artinya kita udah berbuat curang,

Bab II 
Perilaku Menyontek Sebagai Sikap Menghadapi Ujian 

 1. Pengertian dan pembentukan sikap
      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Sikap adalah “ perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pendirian Sikap yang dalam Bahasa Inggris disebut Attitude adalah segala suatu yang bereaksi terhadap suatu perangsang. Dalam arti sempit sikap adalah pandangan atau kecenderungan mental. Menurut Bruno (1987), sikap (Attitude) adalah kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang. Sedangkan menurut Sherif ( 1956) mengartikan sikap dengan sejenis motif sosiogonis yang di peroleh melalui proses belajar. atau kemampuan internal yang berperan sekali mengambil tindakan, lebih – lebih bila terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak dan bersedia beberapa alternatif. Sikap juga suatu individu-individu yang tidak hanya mempunyai gambaran mengenai objek dan subjek disekelilingnya, yang mempunyai perasaan terutama berkaitan erat dengan kebutuhan yang di miliki tiap-tiap individu. Sikap pada aspek afektif merupakan aspek yang menentukan seseorang bertindak, karena kemauan atau kerelaan bertindaklah yang menentukan seseorang berbuat sesuai dengan sikap yang dimilikinya. Namun demikian aspek yang yang lainnya ikut mempengaruhinya. Sikap dapat didefinisikan sebagai kesiapan sesorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal – hal tertentu Adapun pembentukan dan perubahan sikap dapat dilakukan melalui empat macam cara :
a Adopsi, yaitu kejadian – kejadian atau peristiwa yang terjadi berulang – ulang dan terus menerus lama kelamaan secara bertahap diserap ke dalam diri individu dan mempengaruhi pembentukan sikap.
b. Diferensiasi, yaitu dengan perkembangan intelegensi, bertambahnya pengalaman sejalan bertambahnya usia, maka ada hal yang tadinya dianggap sejenis, kemudian dipandang tersendiri lepas dari jenisnya.
c. Integrasi, yaitu pembentukan sikap, disini secara bertahap dimulai dari berbagai pengalaman yang berhubungan dengan suatu hal tertentu sehingga akhirnya berbentuk sikap mengenai hal tersebut.
d. Trauma, yaitu pengalaman yang tiba – tiba, mengejutkan, meninggalkan kesan mendalam pada jiwa orang yang bersangkutan. Pengalaman yang traumatis dapat juga terbentuknya sikap. Pembentukan sikap tidak terjadi demikian saja, melainkan melalui proses tertentu, melalui kontak sosial terus menerus antara individu dan individu dan orang di sekitarnya. 2. Pengertian Menyontek Dalam Pelaksanaan Ujian Menyontek memiliki arti yang beraneka macam, akan tetapi biasanya dihubungkan dengan kehidupan sekolah, khususnya bila ada ulangan dan ujian. Biasanya usaha menyontek dimulai pada waktu ulangan dan ujian akan berakhir, namun demikian tidak jarang usaha tersebut telah dimulai sejak ujian dimulai. Walaupun kata menyontek telah dikenal, sejak lama namun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata tersebut tidak dapat ditemukan secara langsung, kata menyontek baru ditemukan pada kata jiplak menjiplak yaitu mencontoh atau meniru ( tulisan pekerjaan orang lain ). Dalam Kamus Modern Bahasa Indonesia istilah menyontek memiliki pengertian yang hampir sama yaitu “ Tiru hasil pekerjaan orang lain”. Maka dapat disimpulkan menyontek dalam pelaksanaan ujian adalah mengambil jawaban soal – soal ujian dari cara – cara yang tidak dibenarkan dalam tata tertib ujian seperti : dari buku, catatan, hasil pemikiran temannya dan media lain yang kemudian disalin pada lembar jawaban ujian pada saat ujian berlangsung. Faktor – faktor Penyebab siswa menyontek saat melaksanakan ujian dan ulangan antara lain adalah :
a. Tekanan yang terlalu besar yang diberikan kepada “hasil studi” berupa angka dan nilai yang diperoleh siswa dalam test formatif atau sumatif
b. Pendidikan moral baik di rumah maupun di sekolah kurang diterapkan dalam kehidupan siswa
c. Sikap malas yang terukir dalam diri siswa sehingga ketinggalan dalam menguasai mata pelajaran dan kurang bertanggung jawab
d. Anak remaja lebih sering menyontek dari pada anak SD, karena masa remaja bagi mereka penting sekali memiliki banyak teman dan populer di kalangan teman- teman sekelasnya
e. Kurang mengerti arti dari pendidikan

Dari beberapa faktor penyebab di atas, dapat dikatakan siswa memiliki masalah di sekolah dan konsep diri yang rendah. Maka sebagai guru agama berkewajiban memberikan motivasi siswa yang menyontek saat ujian dan ulangan dengan membiasakan bersikap jujur dalam setiap perbuatan yang dilakukan siswanya dan membangkitkan konsep percaya diri dan berusaha diri yang lebih baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam setiap kegiatan secara maksimal guru agama Islam dalam memahami masalah siswa, menurut Muhaimin dan Abd. Mujib adalah sebagai berikut:
1. Siswa bukanlah miniatur orang dewasa, ia mempunyai dunia sendiri sehingga metode belajar mengajar tidak boleh disamakan denagan orang dewasa.
2. Siswa mengikuti periode- periode perkembangan tertentu dan mempunyai pola perkembangan serta tempo dan iramanya. Implimintasi terhadap pendidikan adalah bagaimana menyesuaikan proses pendidiakn itu dengan pola dan tempo, serta irama dan perkembangan siswa itu sendiri.
3. Siswa memiliki kebutuhan dan menuntut untuk memenuhi kebutuhan itu semaksimal mungkin.
4. Siswa memiliki perbedaan antara individu – individu dengan individu yang lain, baik perbedaan yang disebabkan faktor endogen ( fitrah) maupun eksogen ( lingkungan) yang meliputi segi jasmani, intelegensi, sosial, bakat, minat dan lingkungan yang mempengaruhinya.
5. Siswa dipandang sebagai kesatuan sistem manusia ( cipta, rasa ,karsa).
6. Siswa merupakan objek pendidikan yang aktif dan kreatif serta produktif.

Bab III 
Gambaran Pendidikan Indonesia 

A. Dari Sisi Pemerintah
     Standar nilai yang selalu mengalami peningkatan merupakan salah satu usaha pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan sekolah menengah maupun sekolah dasar. Tuntutan untuk memenuhi minimal jumlah maupun rata-rata nilai yang telah ditetapkan Departemen Pendidikan Nasional seharusnya memacu peserta didik untuk bersungguh-sungguh dalam memahami setiap mata pelajaran, sebuah tujuan utama dari diterapkan Sistem Pendidikan. Menyadarkan para siswa akan tanggung jawabnya sebagai peserta didik, yang kemudian justru dianggap sebagai beban berlebih sehingga menaikkan tingkat stress anak. Kalau pada tahun-tahun sebelumnya jumlah anak yang mengerti akan tanggung jawab terhadap nilainya sendiri jauh lebih kecil daripada anak yang menganggap sekolah hanya sekedar kewajiban pulang dan pergi ke lembaga pendidikan formil sedari jam 7 pagi hingga pukul 2 siang (tanpa jaminan tetap menjejakkan kaki di dalam lingkungan sekolah pada jam-jam diantaranya). Atau pergi ke sekolah hanya untuk memamerkan jam tangan baru atau ringtone lagu-lagu terbaru yang sedang tren di kalangan remaja dengan tujuan menarik perhatian lawan jenisnya. Ya ampuun, pergaulan jaman sekarang Tapi, apa iya sistem yang diterapkan itu cukup efektif? padahal ketersediaan sarana dan prasarana setiap sekolah dari ujung Sabang sampai Merauke masih sangat beragam? Mengapa harus menjadi syarat mutlak untuk masuk ke jenjang sekolah berikutnya? Alangkah lebih adil kalau ujian masuk disesuaikan dengan sekolah penerima masing-masing? seperti UMPTN / SPMB barangkali, atau pilihan ujian masuk yang terdiri dari berbagai tahapan untuk menilai semua kompetensi, tergantung orientasi masing-masing sekolah penerima, misalnya sekolah teknik tidak terlalu membutuhkan anak dengan kompetensi seni yang sangat tinggi sedangkan nilai fisikanya hampir mencapai nilai minimal. B. Sekarang kita lihat dari sisi si Anak Menjadi beban berlebih mungkin terasa sangat berat bagi kebanyakan anak sekolah yang terbiasa santai menghadapi angka-angka merah di rapotnya. Tetapi tidak jika si Anak sudah dilatih dengan terapi penanggulangan stress berlebih sejak dini. Maaf, saya mengambil contoh saat usia SMU dulu. Pendidikan SMU saya mungkin berbeda dengan kebanyakan sekolah negeri maupun swasta lainnya, kehidupan penuh tekanan. Namun di antara tekanan-tekanan tersebut, ada keinginan untuk meraih hasil terbaik di setiap mata pelajaran, bagi saya sekalipun yang harus mengikuti hampir setiap HER yang diadakan. Awalnya saya berpikir bahwa ini adalah mimpi buruk, berdiri di tengah-tengah para Superior dan harus ikut bersaing mendapatkan posisi terbaik, paling tidak untuk bertahan agar tidak terlalu memalukan. Suasana belajar yang tidak pernah telat diabsen oleh setan kantuk, serta cara mengajar guru yang berbeda-beda, juga kondisi fisik dan mental yang dipaksa untuk tidak hanya memikirkan masalah nilai dan pelajaran formil, agaknya membentuk kami untuk merasa wajib bertanggung jawab terhadap diri sendiri, bertanggung jawab terhadap masa depan yang ditentukan oleh kami sendiri. Jangankan Ujian Nasional (dulu disebut EBTANAS), ulangan harian biasa saja harus dipaksa memeras otak sedemikian rupa demi menghindari Remidial atau pengulangan ujian bagi para siswa yang mendapat nilai kurang dari 6,00. Belum lagi pengawas ulangan superketat yang tidak mengizinkan sedikitpun kegiatan contek mencontek dan bekerja sama untuk mata pelajaran yang bersifat individu, apalagi mengingat ancaman terberat jika seorang siswa diketahui sedang mencontek atau melakukan tindakan tidak jujur lainnya, yaitu dikeluarkan dari sekolah. Bandingkan dengan realitas masa kini yang mana saat Ujian Nasional berlangsung dihadapi dengan santai oleh peserta, cukup menunggu kiriman pesan singkat lima menit menjelang waktu ujian berakhir dan menyalin semua jawaban yang dikirimkan oleh “seorang oknum” dunia pendidikan yang menggadaikan masa depan ratusan peserta ujian demi puluhan juta rupiah tak berharga. C. Dari Sisi Sekolah, Guru dan Orang Tua Tak jarang hanya demi menjaga nama baik sekolah, agar terkesan memiliki kualitas pendidikan yang baik, pihak Sekolah melakukan berbagai upaya untuk mempertinggi persentase angka kelulusan. Memberikan les tambahan di luar jam pelajaran standar misalnya, sebuah usaha yang patut diacungi jempol ya kan? Namun ketika pihak Sekolah telah kehabisan cara untuk mempertahankan kredibilitasnya sebagai sekolah terpandang, bisa jadi bukan hanya memperbolehkan peserta ujian untuk melakukan praktek-prektek ketidakjujuran, tetapi bahkan ikut membuka jalan agar siswa dengan mudah dapat memperoleh jawaban yang “belum tentu benar”, atau menyiapkan segepok lembar seratus ribuan yang diserahkan kepada sang pemberi jawaban. Mirisnya lagi, sang dewa yang diagung-agungkan untuk memberi bocoran jawaban bukanlah orang yang jauh dari dunia pendidikan, bahkan mungkin personil tangguh dari jajaran tim akademis yang setiap hari selalu mengkoar-koarkan teori relativitas einstein atau struktur kalimat S-P-O-K. Okelah anda pintar, tapi perlukah sebegitu sombongnya dengan membuat anak didik menjadi pemalas?? Kalau saya seorang guru, tentu sangat terhina dengan tindakan pelecehan martabat terhadap profesi Guru, tindakan tadi sama saja mengartikan bahwa saya gagal menularkan ilmu yang saya miliki kepada para penerus kehidupan bangsa ya toh? *kecuali ilmu mencontek*, Naudzubillah.. Saya sering memikirkan mengenai kesadaran seorang Guru tentang esensi yang terkandung dalam profesi Guru yang sesungguhnya, yang maaf, akhir-akhir ini jarang dimiliki oleh beberapa Guru di Sekolah. Apakah iya, bekerja hanya untuk mencari uang? Ibu saya seorang Guru, beliau terkadang marah namun lebih sering bersikap sabar mengajari seorang anak kelas 1 yang sedang mencoba membaca dan menulis. Jangan diremehkan kemampuan mengajar beliau dalam bidang Sains, terbukti dalam beberapa kali penanganan persiapan ujian terhadap siswa kelas VI SD, nilai rata-rata kelasnya melonjak naik melebihi target. Kata Ibu “Seorang Guru itu mempunyai kepuasan tersendiri yang tidak terkira tatkala anak muridnya berhasil dan sukses”, lebih dari sekedar hampir dua juta rupiah yang diterimanya setiap bulan. Dukungan Orang tua mempunyai peran penting terhadap kondisi psikologis si anak. Tuntutan yang terlalu berlebih kepada sang Anak justru semakin membuatnya merasa tertekan. Saya dulu, tidak pernah dituntut untuk mendapatkan nilai tertinggi atau paling tidak menduduki peringkat tiga besar di sekolah, bahkan ketika saya berada pada posisi ke-17 dari 22 siswa, saya tidak pernah sekalipun dimarah karna angka 9 hampir tidak pernah bertengger dalam Rapor SMU saya, alih-alih angka 6 yang semakin banyak menghiasi setiap mata pelajaran. Namun saya tidak lalu bertahan pada posisi yang sama, perubahan yang berjangka, itu yang saya alami semasa 3 tahun di SMU. Peran orang tua juga sangat berpengaruh terhadap minat dan bakat Anak. Kalau si anak lebih menyukai Sejarah dan Sosiologi, lalu kenapa harus dipaksa masuk ke kelas IPA? Saya sendiri sangat kagum pada para Sosiolog, SEjarawan, maupun Sastrawan yang benar-benar setia di bidangnya. Profesi yang dikaitkan dengan hobi dan kesukaan tentunya lebih baik ya daripada sekedar tahu namun tidak suka.

Bab IV 
Cara Mengatasi Perilaku Menyontek 

      Meskipun tenaga pengajar harus mengambil tindakan untuk mempertahankan dan mengembangkan pola perilaku dipihak siswa yang mendukung belajar disekolah, namun ia akan tetap dihadapkan pada perilaku yang menghambat dan di fromokasikan dengan siswa yang menganggu dan mengancam. Pada saat ini, tidak dapat disangkal bahwa guru dikelas kerap ditantang untuk mengatasi tingkah laku sejumlah siswa yang deskruftif, lebih – lebih dikota besar. Gejala umum ini bersumber pada berbagai faktor penyebab,yaitu runtuhnya disiplin hidup bersama dalam masyarakat, menipisnya kesadaran dan tanggung jawab sosial banyak kalangan, suasana sekolah yang kurang memberikan kepuasan pada siswa, rasa ketertiban sebagai tenaga kependidikan dipihak sejulah guru yang mengendor. Guru sebagai orang terdekat dalam pembelajaran disekolah, memiliki tanggung jawab membimbing siswa. Tindakan guru pada umumnya dalam pelaksanaan ujian dan ulangan dengan memberikan penguatan dan peneguhan terhadap sikap dan perilaku mereka yang positif, dimana mereka berusaha sendiri menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tertib. Namun bila tidak ada perilaku positif yang dapat diberikan penguatan dan peneguhan maka dibutuhakan pendekatan lain yaitu:
a. Cuing Promping, yaitu siasat memberikan tanda, guru menyajikan suatu perangsang yang berfungsi sebagai pemberitahuan bahwa siswa diharapkan berbuat sesuatu yang sebenarnya dapat mereka lakukan, tetapi belum dilakukan.
b. Model, yaitu guru memberikan model yang ditiru oleh siswanya.
c. Shaping, yaitu membuat tingkah laku secara berlahan – lahan, yaitu setiap tingkah laku siswa, seperti mengatur buku, menyapa guru atau teman, cara ini memerlukan kesabaran yang sangat dari guru. Adapun tindakan kuratif guru, berlaku bagi siswa yang sudah terbiasa dengan contek mencontek, dengan memberikan peringatan .
bentuk kongkrit dari peringatan dapat bermacam-macam,yaitu :
1. Teguran Verbal, yaitu mendekati siswa tertentu dengan berbicara suara kecil sehingga tidak terdengar oleh teman sekelas.
2. Mengambil suatu hal yang digemari atau disukai siswa, seperti mengikuti kegiatan tertentu atau menyerahkan benda yang dipegangnya.
3. Mengisolasi siswa dari teman – temannya untuk waktu tidak terlalu lama, seperti memindahkannya diruang kosong atau tempat yang jarang dilalui orang.
Jadi dari bentuk tindakan guru yang telah dipaparkan, guru dapat membantu siswanya untuk meninggalkan kebiasaan menyontek dalam ujian atau ulangan dengan berusaha.
a. Membentuk hubungan saling menghargai antara guru –siswa, serta menolong murid bertindak jujur dan tanggung jawab.
b. Membuat dan mendukung peraturan sehubungan dengan menyontek, karena siswa memahami peraturan dari tindakan guru.
c. Mengembangkan kebiasaan dan keterampilan belajar yang baik dan menolong siswa merencanakan, melaksanakan cara belajar siswa.
d. Tidak membiarkan siswa menyontek jika hal tersebut terjadi dalam kelas dengan teguran atau cara lain yang pantas dengan perbuatannya, sebagai penerapan disiplin.
e. Menekankan “ Belajar” lebih sekedar mendapat nilai, yaitu membantu siswa memahami arti belajar sebagai suatu tujuan mereka sekolah, dan nilai akan berarti bila murni dengan kemampuan siswa sendiri.
 f. Bertanggung jawab merefleksikan “kebenaran dan kejujuran”, yaitu guru menjadikan diri sebagai teladan siswa dalam menanamkan nilai kebenaran dan kejujuran.
g. Menggunakan test subjektif sebagai dasar proses ulangan dan ujian.

 Bab V 
Kesimpulan dan Saran  

       Kesimpulan , menyikapi fenomena contek mencontek dikalangan para siswa sebenarnya kita bisa saja memutus rantai itu dengan menumbuhkan imej dari remaja tersebut bahwa kita bias solider dalam banyak tetapi dalam ujian tunggu dulu. kita kerja sendiri-sendiri, dengan sikap seperti itu maka diharapkan akan meminimalisasi contek menyontek di kalangan remaja. Tumbuhkan rasa percaya diri dengan merasa puas akan hasil kerja sendiri. Mengubah kebiasaan. Mungkin pada awalnya memang bukan hal gampang, tapi kalau kita memang meniatkan dalam hati, percaya deh, nggak ada satu hal apa pun yang nggak mungkin.

 Sumber : http://yudhim.blogspot.com/2009/03/contoh-makalah-contek-mencotek-di.html